Kesedihan Megawati, LSIN: Idealnya Kritik Disampaikan dalam Konteks Konstruktif

Baru- baru ini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri  mengungkapkan kesedihanya lantaran banyak kritik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan secara tak beretika.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) Yasin Mohammad menilai, ada kegelisahan Megawati atas kritik yang dilayangkan sejumlah pihak kepada Presiden Jokowi selama ini.

“Idealnya kritik disampaikan dalam konteks konstruktif dan menuju perbaikan. Namun, kadang terbawa emosi sehingga tidak lagi rasional. Kalau, demikian kencenderungan bukan lagi kritik tapi mengarah pada kebencian,” ungkap Yasin, Sabtu, (21/8/2021).

Yasin mengatakan, dalam berdemokrasi mempertahankan sikap kritis sangat penting. Menurutnya, kritik yang ditujukan kepada pemerintah tentu hal yang wajar di dalam demokrasi.

Megawati-Jokowi | Foto: Istimewa

“Memang kritik ini bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi, menjaga pemimpin agar tidak terjerumus pada sikap- sikap yang mendegradasi demokrasi,” tegas Yasin.

Yasin pun menekankan, sikap kritis sendiri merupakan ekspresi bentuk cinta kepada negara dan pemerintah. Namun, kadang cara menyampaikan sikap kritis  berlebihan ini yang sering menimbulkan respon reaktif dari para elit.

“Penyematan sebutan kodok dan lain-lain ini yang sebenarnya disinggung dalam tantangan Bu Mega,” papar Yasin.

Saat mengungkapkan kesedihanya tersebut, Megawati menilai adanya pihak yang menyebut Jokowi sebagai kodok. Menurut Megawati, orang tersebut tidak mempunyai moral dan pengecut

Megawati pun mengatakan, ia sendiri tak takut dirundung atau di-bully. Dia meminta pihak yang merundungnya datang ke hadapannya secara langsung.

Menurut Megawati, kritik harus disampaikan secara konstruktif dan solutif. Dia mengaku ingin orang yang mengkritik datang baik-baik bertemu Jokowi untuk membeberkan apa yang dinilai gagal dari pemerintah.

Sumber: kedaipena.com

Share:


Related Posts

LSIN : DPR dan Pemerintah Harus Fokus Bahas Sistem Pemilu yang Menghadirkan Perbaikan Demokrasi

Ada hal yang lebih subtantif daripada sekedar jadwal pencoblosan pemilu 2024 yang semestinya...

Presidential Threshold 20 Persen Pembajakan Demokrasi

Presidential Threshold 20 persen akhir-akhir ini menjadi sorotan dan kritikan tajam dari kalangan...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website